Berita Terbaru AJI Surabaya

Punya masukan untuk AJI Surabaya? Undangan, bahkan pengaduan pelanggaran etika anggota AJI Surabaya? Kirimkan melalui email di ajisurabaya@yahoo.com. Atau telp/fax di nomor 031.5035086. Semua masukan, kritik dll akan dimuat di blog ini. Tetap profesional dan independen!

Kamis, 18 September 2008

Demi THR, Wartawan Jember Bikin Ulah

www.beritajatim.com/Kamis, 18/09/2008 18:09 WIB
Minta Jatah THR, Pemkab Diserbu 'Wartawan dan LSM'
Reporter : Heru Nugroho

Jember – Memasuki pertengahan bulan ramadhan dan mendekati hari raya Idul Fitri, semua institusi atau unit kerja di jajaran Pemkab Jember mulai diserbu 'wartawan dan LSM'. Pemandangan tersebut bisa terlihat setiap hari di kantor-kantor unit kerja.

Bahkan jumlahnya meningkat tajam dari hari ke hari. Ironisnya dari oknum-oknum yang mengaku wartawan dan LSM tersebut kebanyakan bukan warga Jember. Pasalnya wajah-wajah oknum-oknum tersebut masih asing dimata wartawan dan LSM Jember.

Kebanyakan oknum-oknum yang mengatasnamakan wartawan dan LSM tersebut datang berombongan, dengan jumlah kisaran 8 sampai 20 orang, bahkan bisa lebih dari itu. Modusnya, para oknum tadi mendatangi pejabat-pejabat yang dianggap mempunyai posisi basah, seperti Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Bagian, Pimpinan Proyek (Pimpro), bendahara proyek dan lainnya.

Ujung-ujungnya mereka meminta jatah sejumlah rupiah untuk THR. Pantauan beritajatim.com pemandangan tersebut juga terlihat pada hari Kamis ( 18/9/2008 ) di sejumlah unit kerja, seperti Perhutani dan sejumlah unit kerja.

Hal ini sangat meresahkan pejabat yang didatangi. Pasalnya para pejabat rata-rata tidak mengenal satu persatu oknum yang datang tersebut. Seperti disampaikan Kadispenda Pemkab Jember, Drs. H. Suprapto.

"Masak hampir setiap hari ada yang datang rombongan 10, 15 orang masuk ruang kerja saya, padahal saya nggak ada yang kenal mereka itu siapa, tetapi sok kenal dengan saya," sesalnya.

Dirinya mengaku kebingungan menghadapi rombongan seperti itu, sehingga sulit mengambil tindakan. "Mau diusir itu gimana, mau saya terima ya tidak ada yang kenal, ya terpaksa saya temui sebentar dan ujungnya yang minta itu (uang)," tuturnya.

Demikian juga disampaikan sejumlah pejabat di Pemkab, para pejabat mengaku kewalahan menghadapi hal tersebut. "Ini belum seberapa, kalau sudah dekat hari raya semakin banyak jumlahnya, pengalaman tahun lalu bisa mencapai ratusan dan datang dari berbagai kota," ujar Humas Infokom, Drs. Giat Tarigan.

Tarigan selaku Humas Pemkab Jember menyesalkan hal tersebut, apalagi selama ini pihaknya sudah mendapat himbauan dari organisasi wartawan dan redaksi masing-masing media untuk tidak menyediakan THR.

"Kalau setiap hari liputan di Pemkab mungkin kita tahu dan tidak keberatan, tetapi ini nggak ada yang kenal, dan yang memalukan kalau ada buka puasa dengan Bupati, semakin banyak yang datang," sesalnya.

Sebelumnya Ketua Aliansi Jurnalis Independent (AJI) Jember, Mahbub Djunaedi, sudah menegaskan dan berkirim surat kepada semua instansi di lingkungan Pemkab Jember untuk tidak menyediakan THR kepada wartawan. [her/kun]

6 komentar:

Anonim mengatakan...

Ngisin-ngisini wae dab! Nek pancen niat dadi gentho, yo ra usah dadi wartawan. Isin cak,..

Anonim mengatakan...

tuuh AJI..bener ngisin-ngisini.... wartaman opo buruh itu yoooo

Anonim mengatakan...

Baca lagi beritanya bos,..

Anonim mengatakan...

sekali lagi, si anonim ini tak beda dg TRIO BOROLO-nya SS MEDIA. Tak melihat persoalan dengan detail dan bener sudah berani bertindak...

Anonim mengatakan...

Saya setuju dengan mas Hardjo, anonim ini goblok bodoh dan tolol. tidak mau baca dulu beritanya. tapi saya kurang setuju dengan "buruh Indonesia" jangan dikaitkan dengan salah satu instansi. peace man, jangan lawan kebodohan dan kepicikan dengan emosi. tunjukan saja kelas kita lebih tinggi dari mereka. Be cool brother, I am on your site buruh.

Anonim mengatakan...

Saya setuju dengan mas Hardjo, anonim ini goblok bodoh dan tolol. tidak mau baca dulu beritanya. tapi saya kurang setuju dengan "buruh Indonesia" jangan dikaitkan dengan salah satu instansi. peace man, jangan lawan kebodohan dan kepicikan dengan emosi. tunjukan saja kelas kita lebih tinggi dari mereka. Be cool brother, I am on your site buruh.

Disclaimer

AJI Surabaya adalah organisasi yang berdiri di bawah AJI Indonesia di Jakarta. Organisasi profesi yang berbasis serikat pekerja ini berkonsentrasi pada kebebasan pers, kebebasan berekspresi dan profesionalitas jurnalis.


:: 2008, Allright reserved by AJI Surabaya