Berita Terbaru AJI Surabaya

Punya masukan untuk AJI Surabaya? Undangan, bahkan pengaduan pelanggaran etika anggota AJI Surabaya? Kirimkan melalui email di ajisurabaya@yahoo.com. Atau telp/fax di nomor 031.5035086. Semua masukan, kritik dll akan dimuat di blog ini. Tetap profesional dan independen!

Sabtu, 20 September 2008

AJI Surabaya Menyesalkan Pernyataan Kapolda Jatim

Press Release

Mencermati pernyataan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Herman S. Sumawiredja dalam wawancara dengan jurnalis di Mapolda Jawa Timur, Jumat (19/09/08) yang menyatakan bahwa kameramen televisi lebih fokus mengambil gambar dari pada memberi pertolongan kepada korban tragedi pembagian zakat di Pasuruan. Dengan ini Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya mengklarifikasi:

1. Kami ingatkan kembali tugas jurnalis yang tertulis dalam UU No.40 tahun 1999 tentang Pers. Pada Pasal 1 dan Pasal 4 tertulis, bahwa wartawan (jurnalis) adalah orang yang secara teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik. Kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.
2. Sementara visi dan misi Polisi Republik Indonesia (Polri) adalah pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat yang selalu dekat dan bersama-sama masyarakat, serta sebagai penegak hukum yang profesional dan proposional yang selalu menjunjung tinggi supermasi hukum dan hak azasi manusia, Pemelihara keamanan dan ketertiban serta mewujudkan keamanan dalam negeri dalam suatu kehidupan nasional yang demokratis dan masyarakat yang sejahtera. Perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat itu meliputi aspek security, surety, safety dan peace, sehingga masyarakat bebas dari gangguan fisik maupun psykis.

AJI Surabaya menyesalkan pernyataan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Herman S. Sumawiredja yang menyalahkan jurnalis dalam peristiwa itu. AJI Surabaya menilai, kemanusiaan di atas segala-galanya. Dan menjaga nilai kemanusiaan itu bisa dilakukan dengan menjalankan tugas dan fungsi masing-masing profesi secara profesional. Bila hal itu dilakukan, maka tragedi pembagian zakat di Pasuruan tidak akan terjadi.

Demikian klarifikasi ini.

Hormat Kami


Donny Maulana
Ketua AJI Surabaya

Iman D. Nugroho
Sekretaris I

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Setuju mas Iman! Masak kalau ada kejadian gitu yang disalahin wartawan? Lha kalau kejadian tsunami di Aceh dulu itu, pas wartawan meliput jatuhnya korban dan upaya evakuasi, apa juga termasuk salah karena nggak ikutan nolong? Harusnya lihat lagi tuh tupoksinya pak polisi. Kalau memang ada tragedi seperti di Pasuruan, harusnya yaa diusut langsung kenapa sampai tidak ada koordinasi dengan kepolisian. Jangan pas sudah ada korban seperti ini, muncul pernyataan-pernyataan sporadis seperti itu. Kapolda pula yang menyatakan....

Anonim mengatakan...

Kapolda Jawa Timur itu nggak ada gunanya ya,..selain nyalahkan orang dan membikin keputusan ngwur soal lapindo. Mundur aja bos,..pindah ke kutub utara atau gimana gitu. Biar urusannya sama beruang dan salju yang sudah mulai mencair.

Anonim mengatakan...

Seorang Kapolda yang ngomong seperti itu?? How come..??

Disclaimer

AJI Surabaya adalah organisasi yang berdiri di bawah AJI Indonesia di Jakarta. Organisasi profesi yang berbasis serikat pekerja ini berkonsentrasi pada kebebasan pers, kebebasan berekspresi dan profesionalitas jurnalis.


:: 2008, Allright reserved by AJI Surabaya